Senin, 13 Juni 2011

"Berbagi"

Berbagi itu adalah sebuah nafas kehidupan. Berarti, berbagi adalah sebuah hal yang sangat penting, dan kehidupan tidak akan bisa terlepas dari kata “Berbagi”. Bayangkan saja, kalau seseorang tidak bernapas, pasti mati bukan?  kehidupan kita berawal dari kata “berbagi”. Dahulu  Adam memohon kepada ALLAH untuk diciptakan pendamping untuknya, itu untuk apa? Bukankan untuk berbagi ? Berbagi senang, suka, sedih, keluh, dan “Cinta”. Untuk terciptanya seorang hawa, Adam rela untuk membagi tulang rusuknya. Begitu indah bukan? Begitu pentingnya kata “berbagi” untuk sebuah awal kebahagiaan, kehidupan kita, putra-putri Adam.
Kehidupan berbagi itu berlanjut hingga sekarang, hingga ke Ibu kita, Saat dia mengandung kita, ia rela berbagi, berbagi nutrisi dan vitamin dari makanan yang ia makan, bahkan ia memang mempersiapkan nutrisi itu untuk kita dengan ikhlas, agar kita tumbuh sehat, tumbuh dengan sempurna, lalu dengan ikhlas ia membagi tempat di tubuhnya(rahimnya) untuk tempat kita tumbuh besar. Hingga akhirnya kita lahir, sebuah kebahagian yang sangat sempurna yang dirasakannya saat itu, buah dari keikhlasannya untuk berbagi . Indah bukan?
Lalu ayah kita, dia rela bekerja keras, untuk apa? adalah untuk memberi nafkah keluarganya , tidak ada seorang ayah yang menggunakan gaji yang didapatnya hanya untuk kepentingannya pribadi. Seorang ayah pasti rela berbagi hasil upah dari kerja kerasnya itu kepada keluarganya, dengan hati yang senang dan ikhlas. Hidup kita, ibu serta saudara kita menjadi layak, karena ALLAH dan keikhlasan seorang ayah untuk berbagi.
Lalu, kita tumbuh besar dan akhirnya mengecap pendidikan. Saat kita sekolah, guru kita membagi ilmunya untuk kita, mengajarkan kita untuk kita menjadi pintar dan berakhlak. Karenanya kita bisa menulis, membaca, berbahasa yang baik dan lainnya. Kepandaian-kapandaian itu sangat kita perlukan untuk kita bisa hidup dengan teratur dan lebih baik.
Lalu kita tumbuh dewasa, inilah saat kita untuk berbagi  dengan sesama. Dahulu kita hidup dan mendapatkan kebahagiaan dari orang-orang yang begitu ikhlas untuk berbagi, sekarang saatnya kita ikhlas untuk berbagi demi kebahagiaan orang lain. Memberi kepada siapapun dan dengan apapun itu, tak sebatas dengan materi. Berbagi ilmu misalnya, dengan adik, dengan teman, bahkan dengan orang yang lebih tua. Berbagi tidak akan mengurangi apa yang kita miliki bahkan akan menambahnya dengan berlipat-lipat ganda. Contoh: kamu mengajar 10 orang murid, ilmumu tidak akan berkurang, melainkan mendatangkan ribuan pahala dan berkah. Coba saja bayangkan berkah dari amal jariyah yang kamu raih dari hanya mengajar 10 orang murid, lalu setiap 1 orang dari murid mu mengajarkan ilmu tadi kepada 10 orang temannya berarti orang yang menerima itu sudah menjadi 100 orang, lalu begitu selanjutnya, betapa bermanfaat ilmu itu bagi banyak orang, berapa banyak orang yang menjadi pintar. Pahala itu tidak pernah putus meski kamu tak lagi di dunia. SubhanAllah nikmatnya berbagi itu. Sebuah riwayat Bukhari dan muslim mengatakan : Dari Ibnu Mas’ud ra. dari nabi saw., beliau bersabda: “tidak ada iri hati yang diperbolehkan kecuali dalam dua hal, yaitu seseorang yang diberi kekayaan oleh ALLAh kemudian dihabiskannya dalam menegakkan kebenaran dan seseorang yang diberi ilmu oleh ALLAH kemudian diamalkan dan diajarkannya kepada sesama manusia.”
ALLAH Ta’ala berfirman :dan terhadap apa saja yang kau nafkahkan Allah akan menggantinya” ( Saba’, 34 :39)
ALLAH Ta’ala berfirman : “Dan apa saja harta yang baik yang akmu nafkahkan maka sesungguhnya ALLAH mengatahuinya.(Al-Baqarah, 2 : 272)
Begitu banyak firman ALLAH yang menganjurkan kita untuk berbagi. Begitu pula sunnah dari rasulnya. Lalu, dengan ini semua, apalagi yang membuat kita ragu untuk barbagi? Maka mari kita katakana, berbagi adalah bagian hidupku, bagian dari nafasku dan atas izin MU ya ALLAH, semoga kami tergolong dalam hamba-hambaMU yang bersyurkur